Jalan-Jalan Ke Taman Alam Lumbini

Taman Alam Lumbini

Mungkin sebagian besar warga kota medan dan sekitarnya masih banyak yang belum tahu tempat ini, terbukti banyak teman-teman yang bertanya-tanya ketika melihat foto di facebook & twitter yang latar belakangnya pagoda mirip di Myanmar. Memang sih pembangunannya sendiri dimulai pada tahun 2007 dan selesai pada tahun 2010, jadi masih banyak yang belum mengetahui tempat ini.

Taman Alam lumbini ini terletak tidak jauh dari kota medan, sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota menuju arah berastagi. Nah, yang berminat datang ke sini bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua menuju arah berastagi tepatnya di Desa Dolat Rayat (setelah melewati taman hutan raya (Tahura) nanti didepan ada persimpangan, terus belok kiri). Tapi sayang jalan menuju ke lokasi agak sedikit terganggu karena masih banyaknya jalan yang berlubang.

Apa aja sih yang ada di Taman Alam Lumbini? Pastinya selain replika pagoda Shwedagon yang merupakan pagoda dengan arsitekturnya menyerupai Pagoda Shwedagon di Yangon, Myanmar dan merupakan yang ke-dua tertinggi diantara replika pagoda sejenis yang berada di luar negara Myanmar, kita juga bisa merasakan kesejukan udara yang benar-benar tidak akan kita dapatkan dipusat kota, disini juga disediakan taman kecil untuk anak-anak bermain dan yang pasti bagus juga untuk dijadikan objek foto. Ada satu larangan di Pagoda ini, ketika kita mau masuk kedalam pagoda, pengunjung dilarang memakai alas kaki, tapi jangan khawatir karena dipintu masuk pagoda disediakan kantongan plastik untuk tempat sendal atau sepatu kita. Didalam pagoda ini biasanya digunakan untuk sembahyang bagi umat Buddha dan juga ada berbagai replika patung budha. Dan ada juga bridge love atau jembatan cinta, dari atas jembatan ini kita bisa melihat taman dibawahnya yang ditata sedemikian rupa dan lagi-lagi cocok dijadikan objek poto.

Taman Alam Lumbini

Ditaman Lumbini juga terdapat perpustakaan umum, kantin dan yang paling penting toilet juga ada. Tapi sayang kalau kita beli air mineral disini (aqua) harganya jauh lebih mahal dibanding kita beli diluar area, dan satu hal yang sangat disayangkan juga kebersihan toilet kurang terjaga, terbukti ketika gue dateng (17-08-2011) dan mau buang air kecil, tercium aroma ga enak dari dalam toilet. Yah mungkin ini fasilitas yang kita dapatkan kalau kita tidak dipungut biaya apapun untuk masuk ke lokasi ini. Oh iya di hari-hari tertentu disini biasanya diadakan kegiatan agama budha, dan pengunjung bisa menyaksikan langsung kegiatan yang mereka lakukan di pagoda ini.

So, buat yang penasaran langsung aja ke TKP!! Tempatnya bersih (walaupun toiletnya sedikit bau), udaranya sejuk, plus gratis dan buat yang banci kamera boleh juga nih dicoba foto-foto disini seolah-plah kita ada di Myanmar. Saran sih kalau mau ke sini jangan sore-sore, karena cuaca sore hari sering hujan.

Please share, follow and like us:
  1. Percis banget sama di Myanmar. Ada hubungan khusus kah Medan dan Yangoon? Sehingga obyek wisatanya mirip gitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>