Menuju Kota Naga Tapaktuan

Ada yang pernah mendengar Kota Tapaktuan? Atau pernah mendengar legenda Tuan Tapa?. Kota Tapaktuan dan Legenda Tuan Tapa sangat lekat dengan masyarakat Aceh Selatan. Untuk kisah lebih lengkapnya tentang Legenda Tuan Tapa dan Naga bisa langsung di googling aja.
Untuk menuju Tapaktuan bisa melalui darat dan udara. Untuk akses udara bisa ditempuh dengan transit di Bandar Udara Kualanamu Medan kemudia menuju Bandar Udara Teuku Cut Ali Tapaktuan. Ketika gue berkunjung kesana melewati jalur darat menggunakan mobil bersama keluarga, perjalanan ditempuh selama kurang lebih 6 – 8 jam.
Kondisi jalan terbilang cukup bagus dan mulus tetapi untuk yang mabuk darat agar mempersiapkan stamina yang kuat dan minum obat anti mabuk. Karena jalanan berliku naik-turun sering dijumpai ketika memasuki daerah Kabanjahe.
Perjalanan jauh ini tentunya tidak akan sia-sia, karena begitu tiba di Tapaktuan akan ditemukan banyak pantai indah yang cukup bersih dan sepi, seolah-olah pantai ini milik pribadi. Jangan harapkan kota ini ada mall, tapi bagi pemburu sunset akan terbayarkan semuanya.
Siapkan juga kamera untuk mengabadikan setiap momen yang ada ketika berkunjung ke Tapaktuan. Beberapa hunting spot dan objek wisata yang wajib dikunjungi adalah Pelabuhan Tapaktuan, berbagai pantai yang masih perawan, makam Tuan Tapa, air terjun tujuh tingkat, batu hitam dan batu merah, serta objek wisata yang melegenda Pantai Tapak Tuan Tapa.
Selain itu, cobalah main-main ke kebun Buah Pala milik masyarakat sekitar, kota ini juga menjadikan buah Pala sebagai salah satu oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Tapaktuan. Banyak kebun Buah Pala yang bisa di temukan di kota ini.
Sebagai bonus penutup selama 3 hari berada di Tapaktuan, sore hari sehabis pulang dari jalan-jalan gue melihat keluar jendela mobil matahari sudah mulai turun dan sebelum berbelok masuk ke dalam garasi gue langsung keluar mobil dan berlari menuju pinggir pantai. FYI, seberang jalan rumah terhampar pantai pasir putih yang lembut. Tidak lupa juga gue bawa kamera dan tripod untuk mengabadikan moment langka ini. Foto dibawah ini tanpa proses editing dan filter.

For using my photos, don’t hesitate to drop an email to: mail@rezafahlevi.com

Please share, follow and like us:
  1. wuhhhh… kyaknya daerah tapaktuan keren tuh.. tapi kalau di akses dari lampung makan berapa lama ya? belum pernah maen ke aceh nih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>