Festival Cap Go Meh Pemersatu Budaya

Cap Go Meh merupakan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia, tepatnya 15 hari setelah perayaan Tahun Baru Imlek. Kalau di artikan Cap Go Meh mempunyai arti yaitu, Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam. Ini berarti masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.
Cap Go Meh dengan suka cita dirayakan diberbagai belahan dunia. Untuk Indonesia sendiri ada beberapa daerah yang mengadakan Festival Cap Go Meh, seperti di Singkawang, Jakarta dan Bogor. Pengunjung yang datang tidak hanya dari wisatawan domestik, terlihat beberapa wisatawan luar negeri juga antusias untuk menyaksikan Festival Cap Go Meh tahun ini. Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia juga tidak ketinggalan untuk merayakan Cap Go Meh yang diadakan pada tanggal 21 Februari 2016, bertempat di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Perayaan Cap Go Meh dimulai pukul dua siang dan acara dibuka oleh Cici Koko Jakarta dengan membawakan lagu yang berjudul Jakartaku serta menampilkan pertunjukan barongsai. Festival Cap Go Meh 2016 ini juga di hadiri oleh Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPR RI Ade Komarudin, Guruh Soekarno Putra serta berbagai jajaran dari Fraksi PDIP dan Golkar.
Ada sekitar puluhan peserta yang ikut dalam festival tahunan ini, seperti arak-arakan Dewa Joli yang berjumlah kurang lebih 70 peserta, barongsai, reog ponogoro, ondel-ondel, marching band dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan juga Abang None Jakarta dan Cici Koko Jakarta yang ikut meramaikan acara dalam iring-iringan mobil hias.
Selain itu ada juga bazar kuliner yang digelar di sepanjang Jalan Pancoran Raya, sebelah ITC Glodok. Beragam makanan dan minuman dijual pada bazar kuliner dalam Festival Cap Go Meh ini, mulai dari makanan khas asli Indonesia sampai masakan China.
Festival Cap Go Meh tahun ini merupakan wujud dari keberagaman kekayaan bangsa Indonesia dan juga sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Tidak hanya menampilkan budaya china seperti barongsai yang merupakan budaya khas china, ada juga kebudayaan betawi yang menampilkan ondel-ondel serta kebudayaan Jawa yang menampilkan atraksi Reog Ponorogo.
Sayangnya acara ini terkesan kurang siap baik dari panitia maupun pengunjung yang datang, hal ini terlihat dari pihak panitia yang cukup kewalahan untuk mengatur pengunjung yang ingin melihat Festival yang diadakan setahun sekali. Begitu juga dengan penonton yang sepertinya kurang peduli dengan arahan panitia yang selalu memberi arahan agar memberi ruang bagi para peserta yang ikut Festival Cap Go Meh tahun 2016 ini.


Disisi lain, panitia yang dibantu aparat TNI serta Kepolisian dengan sigap membantu para pengunjung yang tiba-tiba pingsan karena cuaca yang cukup terik disiang hari. Semoga ditahun yang akan datang, Festival Cap Go Meh semakin meriah dan semakin banyak pertunjukan yang ditampilkan. Begitu juga dengan masyarakan dan pengunjung yang ingin menyaksikan acara ini diharapkan untuk mematuhi segala arahan dari pihak panitia pelaksana.
Please share, follow and like us:
  1. Keren Abis. 🙂 Sampai ada tatung segala. Jadi kebayang bagaimana ramai dan riuhnya perayaan tersebut.

  2. Lo ngambil angle fotonya keren banget sumpah deh. Gue sampe salah fokus bolak balik scrolling liat lagi liat lagi fotonya hahahaha goodlah!

  3. Aku biasanya lihat barongsai itu di tv sih, haha, jarang bisa liat secara live. Nice post!! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>