Eksplorasi Negeri Jiran Ke Colmar Tropicale

Menjelajah ke Negeri Jiran, Kuala Lumpur, Malaysia tidak ada habisnya dan entah sudah berapa kali gue menginjakkan kaki ke Negara yang banyak menyedot tenaga kerja asal Indonesia untuk dijadikan asisten rumah tangga, pekerja pabrik bahkan ada juga yang dijadikan istri atau suami oleh orang Malaysia.

Perjalanan kali ini masih dalam rangka libur lebaran, gue ga sendirian karena ada travelmates yang kebetulan satu kosan di Jakarta, sebut saja namanya bunga Arif. Dari namanya sudah kelihatan jelas jenis kelaminnya. Dia bukan cewek! tapi cowok jomblo yang kebelet nikah karena sudah di-kode-in sama Bapaknya tapi belum punya pasangan. Bagi seorang Arif ini adalah perjalanan perdana ke luar negeri dan berhasil ‘memperawani’ paspornya dengan stempel imigrasi Indonesia dan Malaysia.

Pesawat yang akan kami kendarai tumpangi berangkat dari Terminal 3 Soekarno Hatta pukul 20.30 WIB. Ini merupakan perjalanan gue yang terakhir melalui Terminal 3 Soetta karena Terminal ini berhenti operasi setelah diberlakukannya Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta (AirAsia Move to T2e for International and T2f for Domestic). Pukul 17.30 kami sudah sampai di Bandara, masih banyak waktu sebelum waktu boarding yang dijadwalkan pukul 19.50.

Karena sore itu Terminal 3 ramai dan hampir penuh, kami memutuskan untuk langsung masuk ke waiting room. Proses imigrasi berjalan lancar tanpa ada dicurigai kalau kami pergi ke luar negeri akan menjadi pembantu. Hanya sedikit peringatan saja di bagian screening barang sebelum masuk ke ruang tunggu. Karena botol minum kami masih di isi air jadi botol tersebut harus di kosongkan saat itu juga.

Entah apa maksudnya setiap yang membawa air minum didalam botol harus di kosongkan, sementara mereka menyediakan air minum juga di dalam ruang tunggu. Namanya juga peraturan dan sebagai traveller yang baik dan taat aturan di negara sendiri harus mentaati peraturan yang berlaku tersebut.

Ruang tunggu semakin penuh imbas penumpukan penumpang yang terkena delay dengan tujuan berbagai negara seperti Kuala Lumpur dan Singapura. Untungnya pesawat yang kami tumpangi tidak mengalami delay, hanya menunggu clear to take off yang lama banget sekitar 30 menit menunggu di ujung runway.

Mendarat dengan mulus di KLIA2 pukul 23.30 MYT, kami keluar paling terkahir karena tidak sedang terburu-buru. Perjalanan panjang menuju imigrasi terasa lebih lama karena jaraknya cukup jauh dan membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit kalau berjalan santai. Imigrasi Malaysia saat itu juga terbilang cukup penuh karena tidak berapa lama pesawat kami tiba juga disusul dengan pesawat dari berbagai negara lainnya.

Berhubung tidak memesan makan di pesawat, kami memutuskan makan nasi goreng di Quizinn by Rasa yang lokasinya berada di Level 3 KLIA2. Untuk rasanya sepadan dengan harga yang ditawarkan, terasa enak karena sudah kelaparan, padahal rasanya biasa saja! tidak ada micin yang terselip diantara tumpukan nasi goreng tersebut. Sebagai generasi micin saya merasa kecewa tapi entah mengapa setiap kali saya menginjakkan kaki di KLIA2 selalu makan Nasi Goreng Kampung di Quizinn by Rasa.

Setelah makan, kami turun ke untuk membeli sim card Maxis yang dapat digunakan untuk beberapa hari berada di Kuala Lumpur. Review tentang sim card Maxis ada di postingan Trip to Melaka dan Kuala Lumpur. Perjalanan berikutnya kami lanjutkan setelah bangun tidur dan kami tidur di bandara. Untuk lokasi tidur di KLIA2 sudah pernah gue ceritakan juga di postingan Trip to Melaka dan Kuala Lumpur.

Waktu masih menunjukkan pukul 5.30 pagi waktu Malaysia tapi kami harus bergegas menuju level 1 dari KLIA2 ini untuk membeli tiket bus ke KL Sentral. Waktu keberangkatan menuju KL Sentral pukul 6.30 dan masih ada waktu untuk subuh sekalian cuci muka dan sikat gigi.

Perjalanan menuju KL Sentral gue menghabiskan waktu untuk tidur. Entah apa saja yang dilewati sepanjang perjalanan gue ga pernah tau, yang gue tau sudah sampai di KL Sentral aja. Untuk perjalanan hari ini kami sudah punya 2 plan yaitu ke Colmar atau ke Genting.

Rencana A hari ini: makan KFC – Stasiun Imbi – beli tiket menju Colmar (untuk hari ini).
Rencana B hari ini: makan KFC – Stasiun Imbi – beli tiket menju Colmar (untuk besok) – KL Sentral – Genting Highland.

 

Ternyata rencana B yang kami pakai hari ini karena tidak dapat tiket menuju Colmar hari ini. Sepanjang perjalanan ke Genting Highland gue habiskan untuk tidur (lagi). Berbeda dengan cerita perjalanan Go Genting sebelumnya, kali ini untuk menuju atas sana kami menggunakan cable car. Perjalanan dari bawah ke atas menggunakan cable car sebenarnya asik dan pemandangannya juga bagus tapi karena gue parno sama ketinggan alhasil teriak teriak ga jelas ketika cable car berguncang.

Jujur gue kecewa ketika sampai di atas karena outdoor themepark sudah tidak ada dan menurut petugas keamanan di sekitar indoor themepark baru akan dibuka kembali tahun depan. Jadilah kami berdua hanya berpusing-pusing ria di dalam saja.

Malam hari kami menghabiskan waktu untuk hunting foto di Suria Park KLCC, tepatnya didekat air mancur belakang Petronas. Setiap malam lokasi air mancur menari ini dipenuhi oleh berbagai kalangan seperti wisatawan dan masyarakat lokal yang ingin bersantai sambil menikmati keindahan malam dan air mancur menari. Biasanya pertunjukan air mancur dimulai pukul 7 sampai pukul 10 malam.

Next Day…

Pagi ini kami akan berangkat ke Colmar Tropicale dengan bermodal tiket yang sudah dibeli sehari sebelumnya. Menggunakan shuttle bus yang penuh dengan 14 orang, lama perjalanan sekitar 1 jam dari Berjaya Times Square Hotel. Colmar Tropicale terletak di Berjaya Hills, Bukit Tinggi, Pahang. Sebenarnya Colmar Tropicale merupakan Resort dengan tema ala Prancis, tapi terbuka untuk umum yang ingin mencicipi secuil nuansa Kota Colar yang sebenarnya.

Tidak hanya tema ala Perancis yang disediakan oleh Colmar, tapi ada juga Japanese Village yang lokasnya terpisah. Di lokasi ini pengunjung bisa merasakan sensasi nuansa daerah pedesaan yang ada di Jepang ditambah dengan adanya penyewaan kimono makin terasa Jepang-nya. Ada juga spa ala jepang yang sayangnya waktu gue datang sedang tutup, padahal pengen pijet dengan nuansa Jepang.

Dalam perjalanan pulang hujan turun dengan sangat deras dan Kuala Lumpur macet tapi bagi gue macet itu bukanlah suatu masalah, gue cukup tidur ganteng di dalam bus dan tidak terasa sudah sampai di Berjaya Time Square Hotel. Dari Berjaya Time Square Hotel kami langsung menuju KL Sentral untuk makan KFC favorite gue.

Setelah makan KFC kami kedatangan 1 orang teman lagi, tepatnya teman Arif yang dulu pernah kerja disatu perusahaan yang sama, sebut saja namanya Mas Pai. Kami memutuskan untuk ke Mesjid Negara dan menunaikan ibadah Magrib disana, setelah itu kami menuju Dataran Merdeka yang lokasinya tidak jauh dari Mesjid Negara. Cukup berjalan kaki sekitar 5 menit sambil menikmati suasana kota Kuala Lumpur akhirnya kami tiba di Dataran Merdeka yang sudah mulai ramai karena kalau malam minggu diadakan car free day.

Karena hari semakin larut kami memutuskan untuk membeli oleh di Pasar Seni sebelum toko yang berjualan cokelat di Boutique Choc tutup. Setelah membeli cokelat gue dan Arif berpisah dengan Mas Pai, kami berjalan kaki ke hotel karena lokasinya dekat dengan Pasar Seni, sedangkan Mas Pai naik LRT menuju KL Sentral. Diperjalanan kami menyempatkan untuk melihat aktivas malam disekitar Petaling Street yang kalau malam menjadi pasar malam sedangkan kalau siang digunakan untuk kendaraan berlalu lalang.

Next Day…
Matahari belum menampakkan sinarnya tapi kami sudah bersiap-siap untuk meninggalkan hotel dan harus bergegas menuju bandara KLIA2 (LCCT) untuk kembali ke Jakarta. Karena masih subuh dan LRT belum beroperasi jadi kami memutuskan untuk menggunakan Grabcar ke KL Sentral dengan tarif flat RM8. Sampai di KL Sentral sudah banyak yang antri untuk masuk ke dalam bus dan tidak berapa lama bus berangkat ke Bandara. Perjalanan menuju Bandara gue sempat berkata dalam hati “Selamat tinggal Kuala Lumpur, semoga bisa kembali lagi kesini entah itu besok, bulan depan, tahun depan atau entah kapan”.

  1. Dan katanya tiket kendaraan ke colmar belinya di dalam mall dan petunjuk informasi kurang jelas ya?

  2. Eh jd nggak boleh bawa air minum? Aku hobi bw minum hahaaaa

    Duh mupeng liat gedungnya gaya prancis sama jepang

    • Kalau mau masuk ke waiting room baiknya dikosongkan terlebih dahulu, nanti udah di dalam Waiting room ada tempat khusus refill air minum

  3. Kereeeen.. Coba fotonya lebih banyaaak.. Ini jadi makin galau mau ke Singapore apa ke Malaysia yaa sayaaaa.. Duhhh.. :’))

  4. Molly says:

    Foto-foto tentang Colmar berseliweran di timeline saking hits nya tempat ini. Buat bikin foto ala-ala memang kece siy :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>