Danau Toba Riwayatmu Kini

 

Sebagai putera daerah asal Sumatera Utara sudah saya bangga dengan salah satu keindahan alam yang ada, Danau Toba. Banyak orang dari berbagai penjuru dunia ingin melihat danau alam besar tekto-vulkanik yang menempati kaldera dari sebuah letusan gunung berapi. Danau ini memiliki ukuran panjang sekitar 100 kilometer, lebar sekitar 30 kilometer, dan kedalaman hingga 505 meter (1.666 kaki), terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

Banyak sekali potensi wisata di sekitar Danau Toba yang bisa dikembangkan dan saya melihat hal itu ketika mudik lebaran pada Juli 2017 lalu. Salah satunya adalah kawasan Simarjarunjung yang kini banyak sekali berdiri lokasi foto dengan latar belakang Danau Toba seperti di Kali Biru yang sudah ngetren terlebih dahulu. Ketika saya masih SD sempat berkunjung ke Danau Toba, tepatnya di daerah Haranggaol masih terasa sejuk udaranya, buah mangga dan ikan mas menjadi oleh-oleh khas Haranggaol. Haranggaol dulu terkenal sebagai salah satu pusat keramba ikan (mas) air tawar yang ada di Danau Toba, tapi sekarang sudah tidak terdengar lagi gaungnya.

Air Terjun Sipiso-piso

Ketika Saya SMP pernah berkunjung ke Air Terjun Sipiso-piso yang masih berdekatan dan satu kawasan dengan Danau Toba. Air Terjun Sipiso-piso mempunyai daya tarik tersendiri bagi pecinta wisata alam. Dulu dan kini kondisinya masih sama, tidak berubah. Banyak sampah plastik bertebaran dimana-mana, toilet yang kotor dan bau tapi pengunjung dikenakan biaya setiap kali keluar dari toilet dan juga lokasi pedagang oleh-oleh yang belum tertata rapi membuat kawasan wisata Air Terjun Sipiso-piso menjadi tidak sedap dipandang mata dan kurang terawat.

Selain itu ada juga Parapat yang menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara maupun domestik untuk berkunjung ke Danau Toba. Dari dulu sampai sekarang kondisinya juga masih sama. Kawasan parapat mulai ramai di kunjungi wisatawan sejak sebelum adzan subuh. Tidak hanya kendaraan roda dua yang ramai berdatangan, mobil pribadi dan berbagai jenis bus sudah mengantri untuk mencari lokasi parkir yang sudah mulai sulit didapat, semakin siang semakin sulit juga mencari lokasi parkir kendaraan.

Banyak mobil pribadi yang ingin menyeberang ke Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata, sayangnya maksimal hanya 40 kendaraan saja yang dapat di angkut kapal fery dalam sekali penyeberangan. Sedangkan yang lainnya harus sabar menunggu antri sejak subuh. Hal ini saya alami sendiri ketika ingin mengunjungi Pulau Samosir menggunakan mobil, mendapatkan nomor antrian 34 sejak pukul 6 pagi. Hingga pukul 9 pagi mobil belum juga masuk kedalam dermaga, padahal sudah membayar sepuluh ribu rupiah untuk mendapatkan nomor antrian. Harga tersebut belum termasuk tiket kendaraan dan orang yang akan diangkut oleh kapal fery.

Di Pulau Samosir terdapat banyak potensi wisata lainnya yang masih bisa dikembangkan lebih bagus lagi untuk mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara. Dulu jika ingin melihat aksi pertunjukan Sigale Gale tinggal datang saja melihat pertunjukan tersebut dan membayar seikhlasnya. Tapi kalau sekarang disekitar pertunjukan sudah ditutup dengan kain putih setinggi sekitar 2 meter dan pengunjung dikenakan tarif pertunjukan yang telah ditentukan.

Danau Toba

Untuk urusan belanja oleh-oleh, banyak toko penjual suvenir yang dapat dijumpai ketika menginjakkan kaki di Pelabuhan Tuk Tuk. Suvenir khas tanah batak terlihat mendominasi dihampir setiak toko. Mulai dari kaos yang bertuliskan I Love Danau Toba, Kain Ulos, sendal jepit bahkan sampai pulpen sekalipun ada dijual disini. Untuk harga yang ditawarkan cukup bervariasi dan disarankan untuk membandingkan harga dengan toko yang lain dan mulai menawar dengan setengah harga yang ditawarkan.

Kesimpulan dari tulisan kali ini adalah masih banyak “PR” yang harus diselesaikan agar kawasan wisata Danau Toba menjadi kawasan wisata kelas dunia. Tidak hanya dari pihak Pemerintah saja yang melakukan pembangunan agar kawasan wisata Danau Toba ini menjadi lebih baik, tapi masyarakat dan wisatawan yang datang juga sudah seharusnya menjaga kawasan wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan. Semoga kedepannya kawasan wisata Danau Toba ini menjadi lebih bagus lagi dan menjadi kawasan wisata kelas dunia yang mampu mendatangkan devisa bagi negara kita dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

Please share, follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>